Minggu, 12 Juni 2016

TES II : TUGAS PERKEMBANGAN ANAK-ANAK,REMAJA DAN DEWASA


PERKEMBANGAN ANAK USIA DINI  HINGGA DEWASA DEFINISI

DEFINISI PERKEMBANGAN 

Perkembangan dapat didefinisikan sebagai deretan progresif dari perubahan yang teratur dan koheren.Progresif menandai bahwa perubahannya terarah, membimbing mereka maju, dan bukan mundur. Teratur dan koheren menunjukan hubungan yang nyata antara perubahan yang terjadi dan telah mendahului atau mengikutinya (Hurlock, 2002.!ni berarti bahwa perkembangan juga berhubungan dengan proses belajar terutama mengenai isinya yaitu tentang apa yang akan berkembang berkaitandengan perbuatan belajar. "i samping itu juga bagaimana suatu hal itu dipelajari,apakah melalui memorisasi (menghafal) atau melalui peniruan dan atau denganmenangkap hubungan-hubungan, hal-hal ini semua ikut menentukan proses perkembangan."apat pula dapat dikatakan bahwa perkembangan sebagai suatu prosesyang kekal dan tetap yang menuju ke arah suatu organisasi pada tingkat integrasiyang lebih tinggi terjadi berdasarkan proses pertumbuhan, kemasakan, dan belajar. jenis perkembangan manusia meliputi perkembangan fisik (jasmani), perkembangan psikologi, perkembangan kognitif, dan perkembangan bahasa.

FASE-FASE PERKEMBANGAN MANUSIA
Tahap tahap perkembangan manusia memiliki fase yang cukup panjang.Untuk tujuan pengorganisasian dan pemahaman, kita umumnya menggambarkan perkembangan dalam pengertian periode atau fase perkembangan. Klasifikasi periode perkembangan yang paling luas digunakan meliputi urutan sebagai berikut' masa bayi, masa awal anak-anak, masa pertengahan dan akhir anak-anak,masa remaja (masa awal dan masa akhir), masa dewasa (masa awal dewasa, masa pertengahan dewasa dan masa akhir dewasa).

1. MASA  BAYI  (INFACY)
Ialah periode perkembangan yang merentang dari kelahiran hingga 18 atau 24 bulan (0-2 tahun). Masa bayi adalah masa yang sangat bergantung pada orangdewasa. Banyak kegiatan psikologis yang terjadi hanya sebagai permulaan seperti bahasa, pemikiran simbolis, koordinasi sensorimotor, dan belajar sosial.Pertumbuhan ini juga bisa dikatakan sebagai bertambahnya atau proses perubahan dari sebelumnya masih seperti biasa menjadi sesuatu yang berkembang, atau juga pertumbuhan ukuran badan atau bagian-bagian yanglainnya yang diikuti dengan bertambahnya keterampilan dan daya kreatifitas anak sebagai hasil dari suatu perkembangan yang semakin lama semakin kompleks bagian#bagian tubuh beserta seluruh fungsinya


Perkembangan  Fisi
 Kenaikan berat badan, pada anak di masa bulan yang pertama,mengalami kenaikan pada berat badannya yang mencapai seberat 30 gram sehari, namun pada saat si anak mencapai umur kisaran 6 bulan pertama berat badan pada si anak akan kembali meningkat sehingga bertambah menjadi 0,5/kg per setiap bulannya. Pada saat usia si anak mencapai pada bulan yang ke 5 maka berat pada anak akan meningkat seberat 2 kali lipat dari berat anak padasaat lahir. Kemudian akan meningkat 0,35-0,5 kg per bulan sampai pada saatakhir tahun yang pertama. Pada saat menginjak tahun yang ke 2 pertumbuhan berat si anak akan bertambah menjadi 0,2/ kg per bulannya.

·         Pada pertumbuhan gigi, umumnya diawali dengan pertumbuhan gigi seritengah yang pertama tumbuh pada usia 16-18) bulan. &emudian sampaidengan umur yang mencapai 2 tahun, usia bayi biasanya dapat diukur secarakasar.
                                                                                                                                                           
·         Pada mula-mula keadaan tulang belulang bayi belum stabil atau sekuat sepertikita pada saat sekarang ini. Seperti yang kita lihat pada bagian ubun-ubunanak mula#mula memang terbuka atau belum terbentuknya tulang tempurungdepan secara sempurna, namun pada saat usia anak sudah mencapai usia  18 bulan barulah keadaan tempurung depan anak akan tertutup dengan baik.

·         Pada saat anak baru terlahir ukuran kepala si anak mencapai 35 cm, kemudian bertambah menjadi 1-2 cm setiap bulannya lalu sampai usia bulan pertama,kemudian bertambah ukurannya menjadi 5 cm pada masa sisi tahun yang pertama.

·         Pada anak-anak pertumbuhan otot sangatlah signifikan, oleh karena itu anak membutuhkan protein yang sangat banyak. Pada bayi lingkaran otot lenganatasnya sangatlah besar sekitar 10 cm ketika baru lahir, namun bertambahsehingga menjadi 16 cm pada saat berumur 12 bulan, tetapi hanya akan bertambah ukuran hanya sebesar 1 cm, pada saat 4 tahun yang berikutnya.

·         Panjang badan pada saat anak baru lahir adalah sekitar 50 cm, namun akanmeningkat secara drastis sebesar 50% pada saat akhir tahun pertama sehingga panjangnya menjadi 75 cm pada tahun kedua akan meningkat menjadi duakali lipat dari panjang badan yang sebelumnya.

Perkembangan Fisik Bayi

Tumbuh kembangnya anak dari segi sosial dapat dibagi menjadi 2 yaitu sebagai berikut'

·         Masa bayi (sosialisasi elementer, pada masa ini anak akan mengalaminyadalam waktu kurang lebih sekitar umur ) bulan, perkembangannyatergantung dari e4olusi ataupun perubahannya darikemampuan bawaannya. Seperti contoh' perilaku yang tidak baik akan mempengaruhi tingkah lakuanak. +emberikan perhatian dalam segala hal apa pun akan mempermudah pada alat sensorik maupun motorik emosional dalam bahasa untuk melakukan perkembangan sosial yang akan lanjut.

·         Masa kanak-kanak, meniru suatu pekerjaan yang dilakukan orang tunyadapat ia lakukan pada saat si anak mencapai usia sekitar 18 bulan pertama,namun hal yang ia kerjakan bersifat menentang atau melawan dari setiapreaksi dengan marah-marah ataupun dengan ribut. +ulainya bersifat dengantegas dan susah dikendalikan yaitu mulai dirasakan pada saat anak mulaimenginjak usia sekitar 2 tahun.

Perkembangan Bahasa

Pertumbuhan dan perkembangan anak dalam kemampuan berbicara adalahhal yang paling pertama dilakukan oleh sang anak ketika ia masih bayi, pada saat  pertama anak (bayi) akan menangis apabila ia akan meminta sesuatu, memanggilibunya, ataupun pada saat ia sedang buang air besar ataupun hal#hal yang lainnya.&emampuan anak dalam berbicara mengalami perubahan atau melewati fase#fasediantaranya'

·         1 bulan, bayi akan menangis dengan kencangnya jika ingin meminta sesuatu,apakah ia lapar, haus atau ingin buang air oleh karena itu si ibu harus bisamengetahui apakah arti dari tangisan anak tersebut.

·         3-6 bulan, bayi sudah dapat mengumpulkan kata#katanya di dalam hati, dalamtipe 4okal seperti bentuk kicauan burung.

·         6-8 bulan, anak akan memadukan beberapa unsur bunyi#bunyian yang iadengar dan akan ia adopsi menjadi sebuah maksud yang akan terselubungmemiliki arti tersendiri, namun akan mempunyai maksud yang tertentu. Tetapisi anak belum mampu untuk berbicara.

·         10-12 bulan, sudah dapat berbicara, namun hanya bisa menggunakan kata katayang sering ia dengar dan dapat ia katakan dengan tidak lancar yaitu katamama, papa.

·         18  bulan, bahasa bayi dapat mencakup kosakata sekitar -00 kata hal inimembuktikan bahwa kemampuan anak dalam mengingat danmengaplikasikannya sangatlah baik.

·         2 tahun, pada saat umur anak 2 tahun ini anak akan mampu menyambung sekitar 2 atau - kata, yang akan ia kombinasikan antara kata sifat dengan kata keterangan.

 Perkembangan Motorik 
Contoh, yang paling nyata dari tumbuh kembang anak dari segimotoriknya adalah bergerak, dalam aktifitas sehari#hari anak akan melakukangerakan yang akan memanfaatkan semua anggota badannya, hal ini akanmenunjukkan suatu bentuk kemajuan motorik kasar pada si anak, beserta gerakmotorik halus. 3erakan gerakan ini menyebabkan anak pada saat usia seperti inisangat banyak melakukan aktifitas untuk bermain oleh sebab itu dikatakan jugamasa pra sekolah atau disebut masa bermain.

·         Gerakan mata, pada saat dimasa anak berusia 2 bulan ia akan mampu menolehuntuk melihat benda#benda yang ada disekitarnya dengan menoleh kekiri atau kekanan. Kemudian di usia 4 bulan akan mampu mengontrol gerakan matadengan lebih baik.

·         Mengangkat kepala, pada usia anak ketika mencapai usia 6 bulan anak akanmencoba mengangkat bagian tubuhnya yaitu pada bagian kepala.

·         Gerakan tangan dan lengan, masa menjangkau benda sudah dapat dilakukananak pada saat usia 4 bulan, usia 6 bulan anak akan mampu menggapai serta mengambil benda-benda, dan mampu memukul-mukul sesuatu bahkanmelemparkan sesuatu kepada orang lain, di masanya yang ke 6 bulan bayiakan mampu untuk menjemput ataupun ia akan mampu memetik.

·         Duduk, ini akan terjadi pada saat usia 6-7 bulan.
 
·         Merangkak, 6-8 bulan anak akan belajar merangkak , sekitar usia 9-11 bulan akan bisa melakukannya dengan sangat baik.

·         Berdiri, usia 10 bulan anak akan mampu berdiri dengan bertumpu pada benda- benda tertentu. Barulah mampu berdiri tanpa bantuan apa pun.

·         Berjalan, 15-18 bulan anak akan mampu berjalan dengan baik diawali denganmerangkak kemudian berdiri dan berjalan dengan bertumpu pada tembok barukemudian mampu berjalan dengan sempurna.3ambar' Perkembangan motorik anak dari merangkak hingga berjalan


Perkembangan Intelektual
Hal ini akan berpengaruh besar dari lingkungannya, tetapi jugadipengaruhi dari kemampuannya yang sudah ada pada anak tersebut sejak lahir,yang kemudian akan diasah dan akan menjadi baik intelektualnya.


Perkembangan Moral

   Yang mempengaruhi adalah keluarga. Hal ini bisa terwujud apabila'

·         Anak mampu berfikir tentang aturan menyangkut etika.

·         Perilaku anak sesuai lingkungan moral.

·         Anak akan berdosa apabila melakukan sesuatu yang ia langgar.



MASA REMAJA ( ADOLESCENCE)
       Merupakan suatu periode transisi dari masa awal anak anak hingga masaawal dewasa, yang dimasuki pada usia kira kira 10 hingga 12 tahun dan berakhir pada usia 18 tahun hingga 22 tahun. Masa remaja bermula pada perubahan fisikyang cepat, pertambahan berat dan tinggi badan yang dramatis, perubahan bentuktubuh, dan perkembangan karakteristik seksual seperti pembesaran buah dada, perkembangan pinggang dan kumis, dan dalamnya suara. Pada perkembangan ini, pencapaian kemandirian dan identitas sangat menonjol (pemikiran semakin logis,abstrak, dan idealistis) dan semakin banyak menghabiskan waktu di luar keluarga.

Perkembangan Fisi
       Perubahan yang nampak jelas pada masa remaja adalah perubahan fisik.Cisik atau badan mengalami pertumbuhan yang sangat cepat sehingga mencapaiukuran fisik orang dewasa. Perkembangan alat reproduksi yang ditandai denganmunculnya cirri-ciri perkembangan seks skunder dan ciri-ciri seks primer.

·         Ciri-ciri seks sekunder. Pada pria ditandai dengan tumbuhnya rambut-rambut pubik disekitar kemaluan dan ketiak, terjadi perubahan suara menjadi besar, tumbuh kumis dan jakun. Pada wanita ditandai dengan tumbuhnya rambut-rambut halus pada daerah sekitar kemaluan dan ketiak, menambah besarnya payudara, bertambah besarnya pinggul.
·         Ciri-ciri seks primer. Pada remaja pria ditandai dengan sangat cepatnya pertumbuhan statis pada tahun pertama dan kedua, kemudian pada tahun berikutnya tumbuh lebih lambat hingga mencapai ukuran orang dewasa padausia 20 atau 21 tahun. Matangya organ seks sehingga memungkinkan bagiremaja pria usia 14 atau 15 tahun untuk mengalami mimpi basah. Pada remaja wanita ditandai dengan tumbuhnya rahim,vagina,dan ovarium (indug telur) Ovarium menghasilkan ovum dan mengeluarkan hormon-hormon yangdiperlukan untuk kehamilan, haid, dan perkembangan seks skunder. Pada usia14 atau 15 tahun haid pertama ditandai dengan pusing kepala, sakit pinggang,kejang, lelah, depresi dan mudah tersinggung.

Perkembangan Psikologis
·         Meningginya dorongan perasaan kaku atau ego sehingga cenderungmenentang otoritas, senang protes, membangkang, mengkritik, egois danegsentris.
·         Emosi mudah meluap, perasaan diri merasa “super”.
·         Konflik emosional, suasana hati mudah berubah.
·         Mencari identitas atau mencari jati diri, senang tampil beda, suka mode, mulai merokok, suka kebut- kebutan, membual, berpetualang.

·         Meningkatnya fungsi kognisi, masa ingin tahu yang besar, idealisme tinggi.

·         Ketertarikan terhadap lawan jenis.
·         Kebutuhan narsistik ( cinta pada diri sendiri).

Perkembangan Kognitif
Perkembangan intelektual atau kognitif pada remaja dimulai sejak usia 11atau 12 tahun. Remaja tidak lagi terikat pada realitas fisik yang konkrit. Mereka mulai memahami hal-hal yang bersifat hipotesis serta abstrak dari sebuah realitas. Bagaimana dunia ini tersusun tidak lagi dilihat sebagai satu-satunya alternatif yang mungkin terjadi, misalnya aturan-aturan dari orang tua, status remaja dalamkelompok sebayanya dan aturan-aturan yang diterapkan padanya tidak lagidipandang sebagai hal-hal yang mungkin berubah. Kemampuan berpikir yang baru ini memungkinkan mereka untuk berpikir secara abstrak, hipotesis dankontekstual yang akan memberikan peluang pada individu untuk mengimajinasikan kemungkinan lain untuk segala hal.



Perkembangan Sosial
Perkembangan sosial merupakan pencapaian kematangan dalam hubungansosial atau proses belajar untuk menyesuaikan diri terhadap norma-normakelompok, moral, dan tradisi, meleburkan diri menjadi satu kesatuan, saling dankerja sama. Aspek ini meliputi kepercayaan kepada diri sendiri, berpandanganobjektif, keberanian menghadapi orang lain, dan lain-lain. Pada masa remaja, orang mulai memahami orang lain sebagai indi4iduyang memiliki sifat dan kepribadian yang unik sehingga mendorong mereka untuk mengadakan interaksi sosial dengan teman sebaya juga lingkungannya baik itu berupa persahabatan maupun percintaan. Pada usia remaja, orang cenderungmenyerah dan mudah mengikuti opini, pendapat, kebiasaan, dan kegemaran oranglain. Ada lingkungan remaja yang penuh dengan perilaku yang baik seperti taat beribadah, berbudi pekerti luhur dan lain-lain. Ada juga lingkungan remaja yang penuh dengan perilaku yang buruk seperti free seks, narkotika dan lainsebagainya. Aemaja harus mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan sosialyang tepat dalam kata lain kemampuan untuk mereaksi secara tepat terhadap realitas sosial, situasi dan relasi baik dilingkungan keluarga, sekolah maupunmasyarakat.



 Diantara cirri-ciri penyesuaian sosial remaja adalah:

Lingkungan keluarga
·         Menjalin hubungan yang baik dengan orang tua dan saudaranya.
·         Menerima otoritas orang tua menaati peraturan orang tua.
·         Menerima tanggung jawab dan batasan (norma) keluarga.
·         Berusaha membantu anggaran kalau sebagai individu atau kelompok.
Lingkungan sekolah
·         Bersikap respek dan mentaati aturan.
·         Berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan sekolah.
·         Menjalin persahabatan dengan teman sebaya.
·         Hormat kepada guru, pemimpin sekolah atau staf lainnya.
·         Berprestasi di sekolah.
Lingkungan masyarakat
·         Aspek terhadap hak-hak orang lain.
·         Menjalin dan memelihara hubungan dengan teman sebaya atau orang lain
·    Bersikap simpati dan menghormati kesejahteraan orang lain.
·         Aspek terhadap hukum, tradisi dab kebijakan masyarakat.
                                                                                                           

Perkembangan Emosi

Perkembangan emosi berjalan konstan kecuali pada masa remaja awal (13-14 tahun) dan remaja tengah (15-16 tahun). Masa remaja awal ditandai dengan keceriaan dan optimisme dalam hidupnya dan diselingi dengan kebingungandalam menhadapi perubahan-perubahan dalam dirinya. Pada masa remaja tengankesenangan dan kesedihan datang silih berganti, kegembiraan berganti dengankedukaan, rasa akrab berganti dengan kerenggangan dan permusuhan. 3ejolak ini berakhir pada masa remaja akhir (18-21 tahun).
Jika pada masa remaja tengah ia terombang ambing dalam sikap mendua(ambivalensi), pada masa remaja akhir ia telah memiliki pendirian, sikap yangrelatif mapan. Mencari kematangan emosional bagi remaja merupakan tugas yangsangat sulit karena hal itu sangat dipengaruhi oleh kondisi sosio emosionallingkungannya terutama lingkungan teman sebaya dan keluarga.
Lingkungan emosional yang baik, cenderung akan akan dapat mencapaikematangan emosional yang baik, seperti adolesensi emosi (cinta, kasih, simpati,ramah) mengendalikan emosi (tidak mudah tersinggung, tidak agresif, optimis dandaat menghadapi situsai fustasi secara wajar). sebaliknya jika remaja tumbuh dalam lingkungan emosional yang kurang baik maka hal itu akan menimbulka nsikap agresif (melawan, keras kepala, bertengkar, berkelahi dan senang menggangu) melarikan diri dari kenyataan (melamun, pendiam, suka menyendiri,meminum miras, dan narkoba).
A.    ciri-ciri remaja 12 sampai 15 tahun secara emosi:
·         Kemauannya tidak dapat diterka.
·         Bertingkah laku kasar untuk menutupi kekurangannya.
·         Cenderung tidak toleran dan egois.
·         Mulai mengamati orang tua dan gurunyasecara objektif
B.     Ciri ciri remaja usia 15 sampai 18 tahun secara emosi :
·         Pemberontakan remaja mulai mengeluarkan ekspresinya.
·         Sering mengalami konflik dengan orang tua.
·         Sering melamun memikirkan masa depan.

Perkembangan Bahasa
Perkembangan bahasa pada fase remaja adalah perkembangan bahasa komunikasi, baik itu komunikasi secara bahasa lisan maupun komunikas imenggunakan bahasa isyarat. Bahasa yang berkembang pada masa remaja lebihterarah kepada bahasa - bahasa yang banyak dipergunakan dalam pergaulandengan tema sebayanya sehingga pembendaharaan bahasanya sangat banyak.Pada masa remaja akhir remaja akan memilih satu bahasa asing tertentu,menggemari literatur yang mengandung filosofis, etnis dan religius, penggunaan bahasa - bahasa ilmiah mulai tumbuh sehingga bisa diajak berdialog sepertiseorang ilmuan.

PERKEMBANGAN DEWASA

A.    Perkembangan Fisik
Dilihat dari aspek perkembangan fisik, pada awal masa dewasa kemampuan fisik mencapai puncaknya, dan sekaligus mengalami masa penurunan. Adapun beberapa gejala penting dari perkembangan fisik yang terjadi selama masa dewasa, antara lain kesehatan badan, sensor dan perseptual, serta otak.
Dewasa awal adalah masa dimana seluruh potensi sebagai manusia berada pada puncak perkembangan baik fisik maupun psikis. Masa yang memiliki rentang waktu antara 20 – 40 tahun adalah masa-masa pengoptimalan potensi yang ada pada diri individu. Jika masa ini bermasalah, akan mempengaruhi bahkan kemungkinan individu mengalami masalah yang paling serius pada masa selanjutnya.Ada 3 masa dewasa awal menjadi, yaitu masa pembentukan (20 – 30 tahun) dengan tugas perkembangan mulai memisahkan diri dari orang tua, membentuk keluarga baru dengan pernikahan dan mengembangkan persahabatan. Masa konsolidasi (30 – 40 tahun), yaitu masa konsolidasi karir dan memperkuat ikatan perkawinan. Masa transisisi (sekitar usia 40 tahun), merupakan masa meninggalkan kesibukan pekerjan dan melakukan evaluasi terhadap hal yang telah diperoleh.

1. Kesehatan badan.
Bagi kebanyakan orang, awal masa dewasa ditandai dengan memuncaknya kemampuan dan kesehatan fisik. Mulai dari usia sekitar 18-25 tahun, individu memiliki kekuatan yang terbesar, gerak-gerak refleks mereka sangat cepat. Demikian juga dengan kemampuan reproduksi mereka. Meskipun pada masa ini kondisi kesehatan fisik mencapai puncak, namun selama periode ini mereka juga mengalami penurunan keadaan fisik. Sejak usia 25 tahun, perubahan-perubahan fisik mulai terlihat. Perubahan-perubahan ini sebagian besar bersifat kuantitatif daripada kualitatif. Secara berangsur-angsur, kekuatan fisik mengalami kemunduran, sehingga lebih mudah terserang penyakit.
Bagi wanita, perubahan biologis yang utama terjadi selama masa pertengahan dewasa adalah perubahan dalam hal kemampuan reproduksi, menopause, dan hilangnya kesuburan. Bagi laki-laki, proses penuaan selama masa pertengahan dewasa tidak begitu kentara, karena tidak ada tanda-tanda fisiologis dari peningkatan usia seperti berhentinya haid pada perempuan.
2. Perkembangan sensori.
Pada awal masa dewasa, penurunan fungsi penglihatan dan pendengaran mungkin belum begitu kentara. Pada masa dewasa akhir barulah terlihat adanya perubahan-perubahan sensori fisik dari panca inderanya.
3. Perkembangan otak.
Mulai masa dewasa awal, sel-sel otak juga berangsur-angsur berkurang. Akan tetapi, perkembangbiakan koneksi neural, khususnya bagi orang-orang yang tetap aktif, membantu mengganti sel-sel yang hilang.
B.     Perkembangan Kognitif
Pertanyaan yang paling banyak menimbulkan kontroversi dalam studi tentang perkembangan rentang hidup manusia adalah apakah kemampuan kognitif orang dewasa paralel dengan penurunan kemampuan fisik. Pada umumnya, orang percaya bahwa proses kognitif -- belajar, memori, dan inteligensi mengalami kemerosotan bersamaan dengan terus berkembangnya usia. Bahkan, ada yang menyimpulkan bahwa usia terkait dengan penurunan proses kognitif ini juga tercermin dalam masyarakat ilmiah. Akan tetapi, belakangan ini sejumlah hasil penelitian menunjukkan bahwa kepercayaan tentang terjadinya kemerosotan proses kognitif bersamaan dengan penurunan kemampuan fisik, sebenarnya hanyalah salah satu stereotip budaya yang meresap dalam diri kita.
1. Perkembangan pemikiran postformal.
Sejumlah ahli perkembangan percaya bahwa pada masa dewasa, individu-individu menata pemikiran operasional mereka. Mereka mungkin merencanakan dan membuat hipotesis tentang masalah-masalah seperti remaja, tetapi mereka menjadi sistematis ketika mendekati masalah sebagai orang dewasa. D.P. Keating, penulis buku "Adolescent Thinking", mengatakan bahwa ketika orang dewasa lebih mampu menyusun hipotesis daripada remaja dan menurunkan suatu pemecahan masalah dari suatu permasalahan, banyak orang dewasa yang tidak menggunakan pemikiran operasional formal sama sekali. Sementara itu, Gisela Labouvie-Vief (dalam buku "Understanding Human Behavior", karya McConnell dan Philipchalk), menyatakan bahwa pemikiran dewasa muda menunjukkan suatu perubahan yang signifikan. Pemikiran orang dewasa muda menjadi lebih konkret dan pragmatis.
Secara umum, orang dewasa lebih maju dalam penggunaan intelektualitas. Pada masa dewasa awal misalnya, orang biasanya berubah dari mencari pengetahuan menjadi menerapkan pengetahuan, yakni menerapkan apa yang diketahuinya untuk mencapai jenjang karier dan membentuk keluarga. Akan tetapi, tidak semua perubahan kognitif pada masa dewasa mengarah pada peningkatan potensi. Bahkan, kadang-kadang beberapa kemampuan kognitif mengalami kemerosotan seiring dengan pertambahan usia. Meskipun demikian, sejumlah ahli percaya bahwa kemunduran keterampilan kognitif yang terjadi, terutama pada masa dewasa akhir, dapat ditingkatkan kembali melalui serangkaian pelatihan.
2. Perkembangan memori.
Salah satu karakteristik yang paling sering dihubungkan dengan orang dewasa dan usia tua adalah penurunan dalam daya ingat. Namun, sejumlah bukti menunjukkan bahwa perubahan memori bukanlah sesuatu yang pasti terjadi sebagai bagian dari proses penuaan, melainkan lebih merupakan stereotip budaya.
3. Perkembangan inteligensi.
Suatu mitos yang bertahan hingga sekarang adalah bahwa menjadi tua berarti mengalami kemunduran intelektual. Mitos ini diperkuat oleh sejumlah peneliti awal yang berpendapat bahwa seiring dengan proses penuaan selama masa dewasa, terjadi kemunduran dalam inteligensi umum. Hampir semua studi menunjukkan bahwa setelah mencapai puncaknya pada usia 18 dan 25 tahun, kebanyakan kemampuan manusia terus-menerus mengalami kemunduran. Witherington dalam bukunya, "Educational Psychology", menyebutkan 3 faktor penyebab terjadinya kemunduran kemampuan belajar dewasa.
a. Ketiadaan kapasitas dasar.
Orang dewasa tidak akan memiliki kemampuan belajar bila pada usia mudanya juga tidak memiliki kemampuan belajar yang memadai.
b. Terlampau lamanya tidak melakukan aktivitas-aktivitas yang bersifat intelektual.
Orang-orang yang sudah berhenti membaca bacaan-bacaan yang "berat" dan berhenti melakukan pekerjaan intelektual, akan terlihat bodoh dan tidak mampu melakukan pekerjaan-pekerjaan semacam itu.
c. Faktor budaya.
Faktor yang dimaksud terutama dengan cara-cara seseorang memberikan sambutan, seperti kebiasaan, cita-cita, sikap, dan prasangka-prasangka yang telah mengakar, sehingga setiap usaha untuk mempelajari cara sambutan yang baru akan mendapat tantangan yang kuat.
C.     Perkembangan Psikososial
Selama masa dewasa, dunia sosial dan personal dari individu menjadi lebih luas dan kompleks dibandingkan dengan masa-masa sebelumnya. Pada masa dewasa, individu memasuki peran kehidupan yang lebih luas. Pola dan tingkah laku sosial orang dewasa berbeda dalam beberapa hal dari orang yang lebih muda. Perbedaan-perbedaan tersebut tidak disebabkan oleh peristiwa-peristiwa kehidupan yang dihubungkan dengan keluarga dan pekerjaan. Selama periode ini, orang melibatkan diri secara khusus dalam karier, pernikahan, dan hidup berkeluarga. Menurut E.H. Erikson, penulis buku "Identity: Youth and Crisis", perkembangan psikososial selama masa dewasa ditandai dengan tiga gejala penting, yaitu keintiman, generatif, dan integritas.
1. Perkembangan keintiman.
Keintiman dapat diartikan sebagai suatu kemampuan memerhatikan orang lain dan membagi pengalaman dengan mereka. Menurut Erikson, pembentukan hubungan intim ini merupakan tantangan utama yang dihadapi oleh orang yang memasuki masa dewasa. Pada masa dewasa awal, orang-orang sudah siap dan ingin menyatukan identitasnya dengan orang lain. Mereka mendambakan hubungan yang intim/akrab, dilandasi rasa persaudaraan, serta siap mengembangkan daya-daya yang dibutuhkan untuk memenuhi komitmen-komitmen ini, sekalipun mereka mungkin harus berkorban.
2. Nilai-nilai cinta.
Selama tahap perkembangan keintiman ini, nilai-nilai cinta muncul. John W Santrock, penulis buku "Child Development", mengklasifikasikan cinta menjadi 4: altruisme, persahabatan, cinta yang romantis/bergairah, dan cinta yang penuh perasaan/persahabatan. Perasaan cinta pada masa ini lebih dari sekadar gairah/romantisme, melainkan suatu afeksi -- cinta yang penuh perasaan dan kasih sayang. Cinta pada orang dewasa diungkapkan dalam bentuk kepedulian terhadap orang lain. Orang-orang dewasa awal lebih mampu melibatkan diri dalam hubungan bersama -- hubungan saling berbagi hidup dengan orang lain yang intim.
3. Pernikahan dan keluarga.
Dalam pandangan Erikson, keintiman biasanya menuntut perkembangan seksual yang mengarah pada perkembangan hubungan seksual dengan lawan jenis yang ia cintai, yang dipandang sebagai teman berbagi suka dan duka. Ini berarti bahwa hubungan intim yang terbentuk akan mendorong orang dewasa awal untuk mengembangkan genitalitas seksual yang sesungguhnya dalam hubungan timbal balik dengan mitra yang dicintai. Kehidupan seks dalam tahap-tahap perkembangan sebelumnya terbatas pada penemuan identitas seksual dan perjuangan menjalin hubungan-hubungan akrab yang bersifat sementara. Agar memiliki arti sosial yang menetap, maka organ genitalia membutuhkan seseorang yang dicintai dan dapat diajak melakukan hubungan seksual, serta dapat berbagi rasa dalam suatu hubungan kepercayaan. Di hampir setiap masyarakat, hubungan seksual dan keintiman pada masa dewasa awal ini diperoleh melalui lembaga pernikahan.

4. Perkembangan generativitas.
Generativitas adalah tahap perkembangan psikososial yang dialami individu selama pertengahan masa dewasa. Ciri utama tahap generativitas adalah perhatian terhadap apa yang dihasilkan dan pembentukan, serta penetapan garis-garis pedoman untuk generasi mendatang. Transmisi nilai-nilai sosial ini diperlukan untuk memperkaya aspek psikoseksual dan aspek psikososial kepribadian. Apabila generativitas lemah atau tidak diungkapkan, maka kepribadian akan mundur, mengalami pemiskinan, dan stagnasi.
5. Perkembangan integritas.
Integritas merupakan tahap perkembangan psikososial Erikson yang terakhir. Integritas paling tepat dilukiskan sebagai suatu keadaan yang dicapai seseorang setelah memelihara benda-benda, orang-orang, produk-produk, dan ide-ide, kemudian menyesuaikan diri dengan berbagai keberhasilan dan kegagalan dalam kehidupannya. Tahap ini dimulai kira-kira pada usia 65 tahun.
Masa dewasa adalah masa yang sangat panjang (20 – 40 tahun), dimana sumber potensi dan kemampuan bertumpu pada usia ini. Masa ini adalah peralihan dari masa remaja yang masih dalam ketergantungan menuju masa dewasa, yang menuntut kemandirian dan diujung fase ini adalah fase dewasa akhir, dimana kemampuan sedikit demi sedikit akan berkurang. Sehingga masa dewasa awal adalah masa yang paling penting dalam hidup seseorang dalam masa penitian karir/pekerjaan/sumber penghasilan yang tetap.
Masa ini juga adalah masa dimana kematangan emosi memegang peranan penting. Seseorang yang ada pada masa ini, harus bisa menempatkan dirinya pada situasi yang berbeda; problem rumah tangga, masalah pekerjaan, pengasuhan anak, hidup berkeluarga, menjadi warga masyarakat, pemimpin, suami/istri membutuhkan kestabilan emosi yang baik.