“SUKSES
TERBESAR DALAM HIDUP”
Pada waktu itu,ketika
saya berada di bangku pendidikan tingkat SMP,saya mengikuti Olimpiade tingkat
sekolah. Sebenarnya,saya tidak menyangka bahwa saya terpilih menjadi salah satu
peserta.
Saya tidak percaya
bahwa saya terpilih. Didalam kelas,saya merasa bahwa saya tidak punya kemampuan
yang lebih untuk mengikuti Olimpiade tersebut. Sehari setelah saya dipilih
mewakili teman-teman yang lain,saya bertemu dengan guru pembimbing saya yang
nanti akan membantu saya untuk mengikuti Olimpiade tersebut.
Saya selalu dituntun
dan dibimbing oleh guru pembimbing. Saya belajar dengan sungguh-sungguh dan
tekun. Saya sangat merasa bangga karena bias mewakili teman-teman yang lain
untuk mengikuti lomba tersebut.
Pada hari dimana lomba
tersebut saya sangat gugup dan takut. Saya mengikuti lomba tersebut mewakili
teman-temqan yang lain,dengan mata pelajaran Ilmu Sosial. Banyak sekali
teman-teman yang berasal dari sekolah lain. Saya takut seandainya saya harus
bertemu dengan mereka. Tetapi,saya harus tetap percaya diri bahwa merekapun
sama dengan saya dan mungkin saya melebihi mereka.
Saya bertekat dalam
hati,bahwa saya harus masuk dalam sepuluh besar. Saya akan buktikan kepada
guru-guru,teman-teman yang telah mempercayakan saya untuk mengikuti lomba
tersebut.
Saya mengikuti lomba
tersebut selama dua minggu. Saya merasa sangat takut dan gugup. Tetapi saya
percaya bahwa saya mampu melewati semuanya. Setelah hari pertama lomba saya
masih memiliki beban yang masih harus saya lewati. Selama lomba kami yang
mengikuti lomba menginap di hotel. Selama berada disana,saya mendapatkan banyak
pengalaman.
Lomba hari ke duapun
berlasung. Ketakutan sayapun datang kembali. Tetapi saya tetap perrrcaya bahwa
saya bisa melawan rasa takut saya. Soal yang diberikan saya yakin bahwa saya
bisa mengerjakannya. Ketika,semua telah mengumpulkan jawaban mereka,ternyata
masih banyak soal yang saya belum jawab. Waktu yang tersisa lima menit. Saya
sangat takut dan gugup,karena hanya saya yang belum mengumpulkan lembar jawaban
saya.
Ketika keluar dari
ruang ujian,saya menangis karena saya takut apabila jawaban yang saya isi di
beberapa nomor soal tersebut salah. Setelah semua sudah diluar ruangan,saya
pergi mencari guru pembimbing saya untuk menceritakan kejadian itu. Saya sangat
takut jika guru pembimbing saya marah. Tetapi,diluar dugaan saya. Guru
pembimbing,sama sekali tidak memarahi saya. Dia bangga karena saya telah
berusaha keras untuk menjadi yang terbaik.
Setelah kembali ke
kamar hotel masing-masing,saya mengambil buku yang saya harus belajar untuk
ujian hari berikutnya. Setelah belajar beberapa jam,kami semua peserta lomba
Olimpiade di harapkan berkumpul. Setiap ujian yang telah dilewati,akan
diumumkan serentak setelah semua mata pelajaran di ujikan.
Ujian hari ketigapun berlangsung.
Ujian ini yang akan menjadi salah satu penentu untuk masuk ke sepuluh besar.
Saya takut apabila ujian ini saya tidak bisa mengerjakannya. Ujian yang sangat
menegangkan. Setelah berada dalam ruangan,para pengawas segera membagikan soal
dan lembaran jawab. Semua yang mengikuti lomba tersebut,sangat merasa tegang
dan takut.
Ujian berlangsung
selama dua jam. Semua guru pembimbing sangat mencemaskan para siswa mereka.
Ketika soal demi soal saya kerjakan,saya semakin merasa takut. Saya takut
apabila saya termasuk dalam peserta lomba yang tidak masuk dalam sepuluh besar.
Setiap kali saya
mengerjakan soal,saya selalu melihat keluar ruangan untuk menengok guru
pembimbing untuk memberikan saya semangat. Setelah beberapa menit,ujianpun
telah berakhir. Saya merasa sangat lega karena sesuatu yang saya takutkan telah
berlalu. Didalam hati,saya berkata bahwa walaupun ketika hasil lomba diumumkan
ternyata saya tidak masuk dalam sepuluh besar,sya tetap bangga terhadap diri
saya. Saya bangga karena,saya bisa mewakili teman-teman untuk mengikuti lomba
tersebut.
Setelah semua ujian
berakhir,hari dimana akan diumumkan hasil lomba tersebutpun tiba. Saya sangat
takut. Setelah semua peserta lomb dan para guru pembimbing telah siap untuk
mendengarkan hasil lomba tersebut,maka salah seorang panitia segera membacakan
hasil lomba tersebut. Ternyata ada beberapa sekolah,yang harus gugur. Salah
satu sekolahnya adalah sekolah yang saya wakili. Saya sangat merasa
sedih,karena tidak bisa masuk sepuluh besar. Tetapi,saya tetap bangga akan diri
saya karena saya bisa mengikuti olimpiade tersebut.
Itulah
“Kesuksesan Terbesar Dalam Hidup Saya”.
Sekian
Tidak ada komentar:
Posting Komentar