PERKEMBANGAN ANAK USIA DINI HINGGA DEWASA DEFINISI
DEFINISI PERKEMBANGAN
Perkembangan dapat didefinisikan sebagai deretan progresif dari perubahan yang teratur dan koheren.Progresif menandai bahwa perubahannya terarah,
membimbing mereka maju, dan bukan mundur. Teratur dan koheren menunjukan hubungan yang nyata antara perubahan yang terjadi dan telah
mendahului atau mengikutinya
(Hurlock, 2002.!ni berarti bahwa perkembangan juga berhubungan
dengan proses belajar terutama mengenai isinya yaitu tentang apa yang akan berkembang berkaitandengan perbuatan belajar. "i samping itu
juga bagaimana suatu hal itu dipelajari,apakah
melalui memorisasi (menghafal) atau melalui peniruan dan atau denganmenangkap hubungan-hubungan, hal-hal ini semua ikut menentukan proses perkembangan."apat pula dapat dikatakan bahwa perkembangan sebagai suatu prosesyang
kekal dan tetap yang menuju ke arah suatu organisasi pada tingkat integrasiyang
lebih tinggi terjadi berdasarkan proses pertumbuhan, kemasakan, dan belajar. jenis perkembangan manusia meliputi perkembangan fisik (jasmani), perkembangan psikologi, perkembangan kognitif, dan perkembangan bahasa.
FASE-FASE PERKEMBANGAN MANUSIA
Tahap tahap perkembangan manusia memiliki
fase yang cukup panjang.Untuk tujuan pengorganisasian dan pemahaman, kita umumnya
menggambarkan perkembangan dalam pengertian periode atau fase perkembangan. Klasifikasi periode perkembangan yang paling luas digunakan meliputi urutan sebagai berikut'
masa bayi, masa awal anak-anak, masa pertengahan dan akhir anak-anak,masa remaja (masa awal dan masa akhir), masa dewasa (masa awal
dewasa, masa pertengahan dewasa dan masa akhir dewasa).
1. MASA BAYI (INFACY)
Ialah periode perkembangan yang merentang dari
kelahiran hingga 18 atau 24 bulan (0-2 tahun). Masa bayi adalah masa yang sangat bergantung pada orangdewasa. Banyak kegiatan
psikologis yang terjadi hanya sebagai permulaan seperti bahasa, pemikiran
simbolis, koordinasi sensorimotor, dan belajar sosial.Pertumbuhan ini juga bisa dikatakan sebagai
bertambahnya atau proses perubahan dari sebelumnya masih seperti biasa menjadi sesuatu yang berkembang, atau juga pertumbuhan ukuran badan atau bagian-bagian yanglainnya
yang diikuti dengan bertambahnya keterampilan dan daya kreatifitas anak sebagai hasil dari suatu perkembangan yang semakin
lama semakin kompleks bagian#bagian tubuh beserta seluruh fungsinya
Perkembangan Fisik
Kenaikan berat badan, pada anak di masa bulan yang pertama,mengalami kenaikan pada berat badannya yang
mencapai seberat 30 gram sehari, namun pada saat si anak mencapai umur
kisaran 6 bulan pertama
berat badan pada si anak akan kembali meningkat
sehingga bertambah menjadi 0,5/kg per setiap bulannya. Pada saat usia
si anak mencapai pada bulan yang ke 5 maka berat pada anak akan meningkat
seberat 2 kali lipat dari berat anak padasaat lahir. Kemudian akan meningkat 0,35-0,5
kg per bulan sampai pada saatakhir tahun yang pertama. Pada saat menginjak
tahun yang ke 2 pertumbuhan berat si anak akan bertambah menjadi 0,2/ kg
per bulannya.
·
Pada pertumbuhan gigi, umumnya diawali dengan pertumbuhan gigi seritengah yang pertama tumbuh pada usia 16-18) bulan. &emudian sampaidengan umur yang
mencapai 2 tahun, usia bayi biasanya dapat diukur secarakasar.
·
Pada mula-mula keadaan tulang belulang bayi belum stabil atau
sekuat sepertikita pada saat sekarang ini. Seperti
yang kita lihat pada bagian ubun-ubunanak mula#mula memang terbuka atau belum
terbentuknya tulang tempurungdepan secara
sempurna, namun pada saat usia anak sudah mencapai usia 18 bulan barulah keadaan tempurung depan anak akan
tertutup dengan baik.
·
Pada saat anak baru terlahir ukuran kepala si anak mencapai 35 cm,
kemudian bertambah menjadi 1-2 cm setiap bulannya
lalu sampai usia bulan pertama,kemudian
bertambah ukurannya menjadi 5 cm pada masa sisi tahun yang pertama.
·
Pada anak-anak pertumbuhan otot sangatlah
signifikan, oleh karena itu anak membutuhkan protein yang sangat banyak.
Pada bayi lingkaran otot lenganatasnya sangatlah besar sekitar 10
cm ketika baru lahir, namun bertambahsehingga menjadi 16 cm pada saat
berumur 12 bulan, tetapi hanya akan bertambah ukuran
hanya sebesar 1 cm, pada saat 4 tahun
yang berikutnya.
·
Panjang badan pada saat anak baru lahir
adalah sekitar 50 cm, namun akanmeningkat secara drastis sebesar 50% pada saat
akhir tahun pertama sehingga panjangnya menjadi 75 cm pada tahun kedua akan meningkat menjadi duakali
lipat dari panjang badan yang sebelumnya.
Perkembangan Fisik Bayi
Tumbuh kembangnya anak dari segi sosial dapat
dibagi menjadi 2 yaitu sebagai berikut'
·
Masa bayi
(sosialisasi elementer, pada masa ini anak akan mengalaminyadalam waktu kurang
lebih sekitar umur ) bulan, perkembangannyatergantung dari e4olusi ataupun
perubahannya darikemampuan bawaannya. Seperti contoh' perilaku
yang tidak baik akan mempengaruhi tingkah lakuanak. +emberikan perhatian dalam
segala hal apa pun akan mempermudah pada alat sensorik maupun motorik
emosional dalam bahasa untuk melakukan perkembangan sosial yang akan
lanjut.
·
Masa kanak-kanak, meniru
suatu pekerjaan yang dilakukan orang tunyadapat ia lakukan pada saat si anak
mencapai usia sekitar 18 bulan pertama,namun hal yang ia kerjakan bersifat
menentang atau melawan dari setiapreaksi dengan marah-marah ataupun dengan
ribut. +ulainya bersifat dengantegas dan susah dikendalikan yaitu mulai
dirasakan pada saat anak mulaimenginjak usia sekitar 2 tahun.
Perkembangan
Bahasa
Pertumbuhan dan perkembangan anak dalam kemampuan berbicara
adalahhal yang paling pertama dilakukan oleh sang anak ketika ia masih bayi,
pada saat pertama anak (bayi) akan menangis apabila
ia akan meminta sesuatu, memanggilibunya, ataupun pada saat ia sedang buang air
besar ataupun hal#hal yang lainnya.&emampuan anak dalam berbicara mengalami
perubahan atau melewati fase#fasediantaranya'
·
1 bulan, bayi akan
menangis dengan kencangnya jika ingin meminta sesuatu,apakah ia lapar, haus
atau ingin buang air oleh karena itu si ibu harus bisamengetahui apakah arti
dari tangisan anak tersebut.
·
3-6 bulan, bayi sudah
dapat mengumpulkan kata#katanya di dalam hati, dalamtipe 4okal seperti bentuk
kicauan burung.
·
6-8 bulan, anak akan
memadukan beberapa unsur bunyi#bunyian yang iadengar dan akan ia adopsi
menjadi sebuah maksud yang akan terselubungmemiliki arti tersendiri, namun akan
mempunyai maksud yang tertentu. Tetapisi anak belum mampu untuk berbicara.
·
10-12 bulan, sudah dapat berbicara, namun hanya bisa
menggunakan kata katayang sering ia dengar dan dapat ia katakan dengan tidak
lancar yaitu katamama, papa.
·
18 bulan, bahasa
bayi dapat mencakup kosakata sekitar -00 kata hal inimembuktikan bahwa
kemampuan anak dalam mengingat danmengaplikasikannya sangatlah baik.
·
2 tahun, pada saat umur
anak 2 tahun ini anak akan mampu menyambung sekitar 2 atau - kata, yang akan ia
kombinasikan antara kata sifat dengan kata keterangan.
Perkembangan Motorik
Contoh, yang paling nyata dari tumbuh kembang anak
dari segimotoriknya adalah bergerak, dalam aktifitas sehari#hari anak akan
melakukangerakan yang akan memanfaatkan semua anggota badannya, hal ini
akanmenunjukkan suatu bentuk kemajuan motorik kasar pada si anak, beserta
gerakmotorik halus. 3erakan gerakan ini menyebabkan anak pada saat usia seperti
inisangat banyak melakukan aktifitas untuk bermain oleh sebab itu dikatakan
jugamasa pra sekolah atau disebut masa bermain.
·
Gerakan mata, pada saat
dimasa anak berusia 2 bulan ia akan mampu menolehuntuk melihat benda#benda yang
ada disekitarnya dengan menoleh kekiri atau kekanan. Kemudian di usia 4 bulan
akan mampu mengontrol gerakan matadengan lebih baik.
·
Mengangkat kepala, pada
usia anak ketika mencapai usia 6 bulan anak akanmencoba mengangkat bagian
tubuhnya yaitu pada bagian kepala.
·
Gerakan tangan dan
lengan, masa menjangkau benda sudah dapat dilakukananak pada saat usia 4 bulan,
usia 6 bulan anak akan mampu menggapai serta mengambil
benda-benda, dan mampu memukul-mukul sesuatu bahkanmelemparkan sesuatu kepada
orang lain, di masanya yang ke 6 bulan bayiakan mampu untuk menjemput ataupun
ia akan mampu memetik.
·
Duduk, ini akan terjadi
pada saat usia 6-7 bulan.
·
Merangkak, 6-8 bulan anak akan belajar merangkak , sekitar usia
9-11 bulan akan bisa melakukannya dengan sangat baik.
·
Berdiri, usia 10 bulan anak akan mampu
berdiri dengan bertumpu pada benda- benda tertentu. Barulah
mampu berdiri tanpa bantuan apa pun.
·
Berjalan, 15-18 bulan anak akan mampu berjalan dengan baik diawali denganmerangkak
kemudian berdiri dan berjalan dengan bertumpu pada tembok barukemudian mampu
berjalan dengan sempurna.3ambar' Perkembangan motorik anak dari merangkak
hingga berjalan
Perkembangan
Intelektual
Hal ini akan berpengaruh besar dari lingkungannya, tetapi
jugadipengaruhi dari kemampuannya yang sudah ada pada anak tersebut
sejak lahir,yang kemudian akan diasah dan akan menjadi baik
intelektualnya.
Perkembangan
Moral
Yang mempengaruhi adalah keluarga. Hal
ini bisa terwujud apabila'
·
Anak mampu berfikir
tentang aturan menyangkut etika.
·
Perilaku anak sesuai
lingkungan moral.
·
Anak akan berdosa
apabila melakukan sesuatu yang ia langgar.
MASA
REMAJA ( ADOLESCENCE)
Merupakan suatu
periode transisi dari masa awal anak anak hingga masaawal dewasa, yang dimasuki
pada usia kira kira 10 hingga 12 tahun dan
berakhir pada usia 18 tahun hingga 22 tahun. Masa remaja bermula
pada perubahan fisikyang cepat, pertambahan berat dan tinggi badan yang
dramatis, perubahan bentuktubuh, dan perkembangan karakteristik seksual seperti
pembesaran buah dada, perkembangan pinggang dan kumis, dan dalamnya
suara. Pada perkembangan ini, pencapaian kemandirian dan identitas sangat
menonjol (pemikiran semakin logis,abstrak, dan idealistis)
dan semakin banyak menghabiskan waktu di luar keluarga.
Perkembangan Fisik
Perubahan yang nampak jelas pada masa
remaja adalah perubahan fisik.Cisik atau badan mengalami pertumbuhan yang
sangat cepat sehingga mencapaiukuran fisik orang dewasa. Perkembangan alat
reproduksi yang ditandai denganmunculnya cirri-ciri perkembangan seks skunder
dan ciri-ciri seks primer.
·
Ciri-ciri seks
sekunder. Pada pria ditandai dengan tumbuhnya rambut-rambut pubik disekitar
kemaluan dan ketiak, terjadi perubahan suara menjadi besar, tumbuh kumis
dan jakun. Pada wanita ditandai dengan tumbuhnya rambut-rambut halus pada
daerah sekitar kemaluan dan ketiak, menambah besarnya payudara, bertambah
besarnya pinggul.
·
Ciri-ciri seks primer.
Pada remaja pria ditandai dengan sangat cepatnya pertumbuhan statis pada
tahun pertama dan kedua, kemudian pada tahun berikutnya tumbuh lebih
lambat hingga mencapai ukuran orang dewasa padausia 20 atau 21 tahun.
Matangya organ seks sehingga memungkinkan bagiremaja pria usia 14
atau 15 tahun untuk mengalami mimpi basah. Pada remaja wanita
ditandai dengan tumbuhnya rahim,vagina,dan ovarium (indug telur) Ovarium
menghasilkan ovum dan mengeluarkan hormon-hormon yangdiperlukan untuk
kehamilan, haid, dan perkembangan seks skunder. Pada usia14
atau 15 tahun haid pertama ditandai dengan pusing
kepala, sakit pinggang,kejang, lelah, depresi dan mudah tersinggung.
Perkembangan Psikologis
·
Meningginya dorongan perasaan kaku atau
ego sehingga cenderungmenentang otoritas, senang protes, membangkang,
mengkritik, egois danegsentris.
·
Emosi mudah meluap, perasaan diri merasa “super”.
·
Konflik emosional, suasana hati mudah berubah.
·
Mencari identitas atau
mencari jati diri, senang tampil beda, suka mode, mulai merokok, suka kebut-
kebutan, membual, berpetualang.
·
Meningkatnya fungsi
kognisi, masa ingin tahu yang besar, idealisme tinggi.
·
Ketertarikan terhadap
lawan jenis.
·
Kebutuhan narsistik ( cinta pada diri sendiri).
Perkembangan Kognitif
Perkembangan intelektual atau kognitif pada remaja dimulai sejak
usia 11atau 12 tahun. Remaja tidak
lagi terikat pada realitas fisik yang konkrit. Mereka mulai memahami hal-hal
yang bersifat hipotesis serta abstrak dari sebuah realitas. Bagaimana
dunia ini tersusun tidak lagi dilihat sebagai satu-satunya alternatif yang
mungkin terjadi, misalnya aturan-aturan dari orang tua, status remaja dalamkelompok
sebayanya dan aturan-aturan yang diterapkan padanya tidak lagidipandang sebagai
hal-hal yang mungkin berubah. Kemampuan berpikir yang baru ini
memungkinkan mereka untuk berpikir secara abstrak, hipotesis dankontekstual
yang akan memberikan peluang pada individu untuk mengimajinasikan
kemungkinan lain untuk segala hal.
Perkembangan Sosial
Perkembangan sosial merupakan pencapaian
kematangan dalam
hubungansosial atau proses belajar untuk menyesuaikan diri
terhadap norma-normakelompok, moral, dan tradisi,
meleburkan diri menjadi
satu kesatuan, saling dankerja sama. Aspek ini meliputi kepercayaan
kepada diri sendiri,
berpandanganobjektif,
keberanian menghadapi orang lain, dan
lain-lain. Pada masa
remaja, orang mulai memahami orang
lain sebagai
indi4iduyang memiliki
sifat dan kepribadian
yang unik sehingga mendorong mereka
untuk mengadakan interaksi sosial dengan
teman sebaya juga
lingkungannya baik itu berupa
persahabatan maupun
percintaan. Pada usia
remaja, orang cenderungmenyerah
dan mudah mengikuti
opini, pendapat, kebiasaan, dan
kegemaran
oranglain. Ada
lingkungan remaja
yang penuh
dengan
perilaku
yang
baik
seperti taat beribadah,
berbudi pekerti luhur dan
lain-lain. Ada juga
lingkungan remaja
yang penuh
dengan perilaku
yang buruk seperti
free seks, narkotika dan lainsebagainya. Aemaja harus mampu menyesuaikan diri
dengan lingkungan sosialyang tepat dalam kata lain kemampuan untuk mereaksi
secara tepat terhadap realitas sosial, situasi dan relasi baik dilingkungan
keluarga, sekolah maupunmasyarakat.
Diantara cirri-ciri penyesuaian
sosial remaja adalah:
Lingkungan keluarga
·
Menjalin hubungan yang baik dengan orang tua
dan saudaranya.
·
Menerima otoritas orang tua menaati peraturan
orang tua.
·
Menerima tanggung jawab dan batasan (norma)
keluarga.
·
Berusaha membantu anggaran kalau sebagai individu
atau kelompok.
Lingkungan sekolah
·
Bersikap respek dan mentaati aturan.
·
Berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan sekolah.
·
Menjalin persahabatan
dengan teman sebaya.
·
Hormat kepada guru,
pemimpin sekolah atau staf lainnya.
·
Berprestasi di sekolah.
Lingkungan masyarakat
·
Aspek terhadap hak-hak
orang lain.
·
Menjalin dan memelihara
hubungan dengan teman sebaya atau orang lain
· Bersikap simpati dan
menghormati kesejahteraan orang lain.
·
Aspek terhadap hukum,
tradisi dab kebijakan masyarakat.
Perkembangan Emosi
Perkembangan emosi berjalan konstan kecuali pada masa remaja awal
(13-14 tahun) dan remaja tengah (15-16 tahun). Masa remaja awal ditandai dengan keceriaan dan
optimisme dalam hidupnya dan diselingi dengan kebingungandalam menhadapi
perubahan-perubahan dalam dirinya. Pada masa remaja tengankesenangan dan
kesedihan datang silih berganti, kegembiraan berganti dengankedukaan, rasa
akrab berganti dengan kerenggangan dan permusuhan. 3ejolak
ini berakhir pada masa remaja akhir (18-21 tahun).
Jika pada masa remaja tengah ia terombang ambing dalam sikap
mendua(ambivalensi), pada masa remaja akhir ia telah memiliki pendirian,
sikap yangrelatif mapan. Mencari kematangan emosional bagi remaja merupakan
tugas yangsangat sulit karena hal itu sangat dipengaruhi oleh kondisi sosio
emosionallingkungannya terutama lingkungan teman sebaya dan keluarga.
Lingkungan emosional yang baik, cenderung akan akan
dapat mencapaikematangan emosional yang baik, seperti adolesensi emosi
(cinta, kasih, simpati,ramah)
mengendalikan emosi (tidak mudah tersinggung, tidak agresif, optimis dandaat
menghadapi situsai fustasi secara wajar). sebaliknya jika remaja tumbuh dalam
lingkungan emosional yang kurang baik maka hal itu akan menimbulka nsikap
agresif (melawan, keras kepala, bertengkar, berkelahi dan senang menggangu) melarikan diri dari kenyataan (melamun, pendiam, suka
menyendiri,meminum miras, dan narkoba).
A. ciri-ciri remaja 12 sampai 15 tahun secara emosi:
·
Kemauannya
tidak dapat diterka.
·
Bertingkah laku kasar untuk menutupi
kekurangannya.
·
Cenderung tidak toleran dan egois.
·
Mulai mengamati orang tua dan
gurunyasecara objektif
B. Ciri ciri remaja usia 15 sampai 18 tahun secara emosi :
·
Pemberontakan
remaja mulai mengeluarkan ekspresinya.
·
Sering mengalami konflik dengan orang
tua.
·
Sering melamun memikirkan masa depan.
Perkembangan Bahasa
Perkembangan bahasa
pada fase remaja adalah perkembangan bahasa komunikasi, baik itu komunikasi
secara bahasa lisan maupun komunikas imenggunakan bahasa isyarat. Bahasa
yang berkembang pada masa remaja lebihterarah kepada bahasa - bahasa yang
banyak dipergunakan dalam pergaulandengan tema sebayanya sehingga
pembendaharaan bahasanya sangat banyak.Pada masa remaja akhir remaja akan
memilih satu bahasa asing tertentu,menggemari literatur yang mengandung
filosofis, etnis dan religius, penggunaan bahasa - bahasa ilmiah mulai
tumbuh sehingga bisa diajak berdialog sepertiseorang ilmuan.
PERKEMBANGAN DEWASA
A.
Perkembangan
Fisik
Dilihat dari aspek perkembangan fisik, pada awal
masa dewasa kemampuan fisik mencapai puncaknya, dan sekaligus mengalami masa
penurunan. Adapun beberapa gejala penting dari perkembangan fisik yang terjadi
selama masa dewasa, antara lain kesehatan badan, sensor dan perseptual, serta
otak.
Dewasa awal adalah masa dimana seluruh potensi sebagai manusia berada
pada puncak perkembangan baik fisik maupun psikis. Masa yang memiliki rentang
waktu antara 20 – 40 tahun adalah masa-masa pengoptimalan potensi yang ada pada
diri individu. Jika masa ini bermasalah, akan mempengaruhi bahkan kemungkinan
individu mengalami masalah yang paling serius pada masa selanjutnya.Ada 3 masa
dewasa awal menjadi, yaitu masa pembentukan (20
– 30 tahun) dengan tugas perkembangan mulai memisahkan diri dari orang tua,
membentuk keluarga baru dengan pernikahan dan mengembangkan persahabatan.
Masa konsolidasi (30 – 40 tahun), yaitu masa
konsolidasi karir dan memperkuat ikatan perkawinan. Masa transisisi (sekitar usia 40 tahun), merupakan masa
meninggalkan kesibukan pekerjan dan melakukan evaluasi terhadap hal yang telah
diperoleh.
1. Kesehatan
badan.
Bagi kebanyakan orang, awal masa dewasa ditandai
dengan memuncaknya kemampuan dan kesehatan fisik. Mulai dari usia sekitar 18-25
tahun, individu memiliki kekuatan yang terbesar, gerak-gerak refleks mereka
sangat cepat. Demikian juga dengan kemampuan reproduksi mereka. Meskipun pada
masa ini kondisi kesehatan fisik mencapai puncak, namun selama periode ini
mereka juga mengalami penurunan keadaan fisik. Sejak usia 25 tahun,
perubahan-perubahan fisik mulai terlihat. Perubahan-perubahan ini sebagian
besar bersifat kuantitatif daripada kualitatif. Secara berangsur-angsur,
kekuatan fisik mengalami kemunduran, sehingga lebih mudah terserang penyakit.
Bagi wanita, perubahan biologis yang utama terjadi
selama masa pertengahan dewasa adalah perubahan dalam hal kemampuan reproduksi,
menopause, dan hilangnya kesuburan. Bagi laki-laki, proses penuaan selama masa
pertengahan dewasa tidak begitu kentara, karena tidak ada tanda-tanda
fisiologis dari peningkatan usia seperti berhentinya haid pada perempuan.
2. Perkembangan sensori.
Pada awal masa dewasa, penurunan fungsi penglihatan
dan pendengaran mungkin belum begitu kentara. Pada masa dewasa akhir barulah
terlihat adanya perubahan-perubahan sensori fisik dari panca inderanya.
3. Perkembangan otak.
Mulai masa dewasa awal, sel-sel otak juga
berangsur-angsur berkurang. Akan tetapi, perkembangbiakan koneksi neural,
khususnya bagi orang-orang yang tetap aktif, membantu mengganti sel-sel yang
hilang.
B.
Perkembangan
Kognitif
Pertanyaan yang paling banyak menimbulkan
kontroversi dalam studi tentang perkembangan rentang hidup manusia adalah
apakah kemampuan kognitif orang dewasa paralel dengan penurunan kemampuan
fisik. Pada umumnya, orang percaya bahwa proses kognitif -- belajar, memori,
dan inteligensi mengalami kemerosotan bersamaan dengan terus berkembangnya
usia. Bahkan, ada yang menyimpulkan bahwa usia terkait dengan penurunan proses
kognitif ini juga tercermin dalam masyarakat ilmiah. Akan tetapi, belakangan
ini sejumlah hasil penelitian menunjukkan bahwa kepercayaan tentang terjadinya
kemerosotan proses kognitif bersamaan dengan penurunan kemampuan fisik,
sebenarnya hanyalah salah satu stereotip budaya yang meresap dalam diri kita.
1. Perkembangan
pemikiran postformal.
Sejumlah ahli perkembangan percaya bahwa pada masa
dewasa, individu-individu menata pemikiran operasional mereka. Mereka mungkin
merencanakan dan membuat hipotesis tentang masalah-masalah seperti remaja,
tetapi mereka menjadi sistematis ketika mendekati masalah sebagai orang dewasa.
D.P. Keating, penulis buku "Adolescent Thinking", mengatakan bahwa
ketika orang dewasa lebih mampu menyusun hipotesis daripada remaja dan
menurunkan suatu pemecahan masalah dari suatu permasalahan, banyak orang dewasa
yang tidak menggunakan pemikiran operasional formal sama sekali. Sementara itu,
Gisela Labouvie-Vief (dalam buku "Understanding Human Behavior",
karya McConnell dan Philipchalk), menyatakan bahwa pemikiran dewasa muda
menunjukkan suatu perubahan yang signifikan. Pemikiran orang dewasa muda
menjadi lebih konkret dan pragmatis.
Secara umum, orang dewasa lebih maju dalam
penggunaan intelektualitas. Pada masa dewasa awal misalnya, orang biasanya
berubah dari mencari pengetahuan menjadi menerapkan pengetahuan, yakni
menerapkan apa yang diketahuinya untuk mencapai jenjang karier dan membentuk
keluarga. Akan tetapi, tidak semua perubahan kognitif pada masa dewasa mengarah
pada peningkatan potensi. Bahkan, kadang-kadang beberapa kemampuan kognitif
mengalami kemerosotan seiring dengan pertambahan usia. Meskipun demikian,
sejumlah ahli percaya bahwa kemunduran keterampilan kognitif yang terjadi,
terutama pada masa dewasa akhir, dapat ditingkatkan kembali melalui serangkaian
pelatihan.
2. Perkembangan
memori.
Salah satu karakteristik yang paling sering
dihubungkan dengan orang dewasa dan usia tua adalah penurunan dalam daya ingat.
Namun, sejumlah bukti menunjukkan bahwa perubahan memori bukanlah sesuatu yang
pasti terjadi sebagai bagian dari proses penuaan, melainkan lebih merupakan
stereotip budaya.
3. Perkembangan
inteligensi.
Suatu mitos yang bertahan hingga sekarang adalah
bahwa menjadi tua berarti mengalami kemunduran intelektual. Mitos ini diperkuat
oleh sejumlah peneliti awal yang berpendapat bahwa seiring dengan proses
penuaan selama masa dewasa, terjadi kemunduran dalam inteligensi umum. Hampir
semua studi menunjukkan bahwa setelah mencapai puncaknya pada usia 18 dan 25
tahun, kebanyakan kemampuan manusia terus-menerus mengalami kemunduran.
Witherington dalam bukunya, "Educational Psychology", menyebutkan 3
faktor penyebab terjadinya kemunduran kemampuan belajar dewasa.
a. Ketiadaan kapasitas
dasar.
Orang dewasa tidak akan memiliki kemampuan belajar
bila pada usia mudanya juga tidak memiliki kemampuan belajar yang memadai.
b. Terlampau lamanya tidak melakukan
aktivitas-aktivitas yang bersifat intelektual.
Orang-orang yang sudah berhenti membaca
bacaan-bacaan yang "berat" dan berhenti melakukan pekerjaan
intelektual, akan terlihat bodoh dan tidak mampu melakukan pekerjaan-pekerjaan
semacam itu.
c. Faktor budaya.
Faktor yang dimaksud terutama dengan cara-cara
seseorang memberikan sambutan, seperti kebiasaan, cita-cita, sikap, dan
prasangka-prasangka yang telah mengakar, sehingga setiap usaha untuk
mempelajari cara sambutan yang baru akan mendapat tantangan yang kuat.
C.
Perkembangan
Psikososial
Selama masa dewasa, dunia sosial dan personal dari
individu menjadi lebih luas dan kompleks dibandingkan dengan masa-masa
sebelumnya. Pada masa dewasa, individu memasuki peran kehidupan yang lebih
luas. Pola dan tingkah laku sosial orang dewasa berbeda dalam beberapa hal dari
orang yang lebih muda. Perbedaan-perbedaan tersebut tidak disebabkan oleh
peristiwa-peristiwa kehidupan yang dihubungkan dengan keluarga dan pekerjaan.
Selama periode ini, orang melibatkan diri secara khusus dalam karier,
pernikahan, dan hidup berkeluarga. Menurut E.H. Erikson, penulis buku
"Identity: Youth and Crisis", perkembangan psikososial selama masa
dewasa ditandai dengan tiga gejala penting, yaitu keintiman, generatif, dan
integritas.
1. Perkembangan
keintiman.
Keintiman dapat diartikan sebagai suatu kemampuan
memerhatikan orang lain dan membagi pengalaman dengan mereka. Menurut Erikson,
pembentukan hubungan intim ini merupakan tantangan utama yang dihadapi oleh
orang yang memasuki masa dewasa. Pada masa dewasa awal, orang-orang sudah siap
dan ingin menyatukan identitasnya dengan orang lain. Mereka mendambakan
hubungan yang intim/akrab, dilandasi rasa persaudaraan, serta siap
mengembangkan daya-daya yang dibutuhkan untuk memenuhi komitmen-komitmen ini,
sekalipun mereka mungkin harus berkorban.
2. Nilai-nilai cinta.
Selama tahap perkembangan keintiman ini,
nilai-nilai cinta muncul. John W Santrock, penulis buku "Child
Development", mengklasifikasikan cinta menjadi 4: altruisme, persahabatan,
cinta yang romantis/bergairah, dan cinta yang penuh perasaan/persahabatan.
Perasaan cinta pada masa ini lebih dari sekadar gairah/romantisme, melainkan
suatu afeksi -- cinta yang penuh perasaan dan kasih sayang. Cinta pada orang
dewasa diungkapkan dalam bentuk kepedulian terhadap orang lain. Orang-orang
dewasa awal lebih mampu melibatkan diri dalam hubungan bersama -- hubungan
saling berbagi hidup dengan orang lain yang intim.
3. Pernikahan
dan keluarga.
Dalam pandangan Erikson, keintiman biasanya
menuntut perkembangan seksual yang mengarah pada perkembangan hubungan seksual
dengan lawan jenis yang ia cintai, yang dipandang sebagai teman berbagi suka
dan duka. Ini berarti bahwa hubungan intim yang terbentuk akan mendorong orang
dewasa awal untuk mengembangkan genitalitas seksual yang sesungguhnya dalam
hubungan timbal balik dengan mitra yang dicintai. Kehidupan seks dalam
tahap-tahap perkembangan sebelumnya terbatas pada penemuan identitas seksual
dan perjuangan menjalin hubungan-hubungan akrab yang bersifat sementara. Agar
memiliki arti sosial yang menetap, maka organ genitalia membutuhkan seseorang
yang dicintai dan dapat diajak melakukan hubungan seksual, serta dapat berbagi
rasa dalam suatu hubungan kepercayaan. Di hampir setiap masyarakat, hubungan
seksual dan keintiman pada masa dewasa awal ini diperoleh melalui lembaga
pernikahan.
4. Perkembangan
generativitas.
Generativitas adalah tahap perkembangan psikososial
yang dialami individu selama pertengahan masa dewasa. Ciri utama tahap
generativitas adalah perhatian terhadap apa yang dihasilkan dan pembentukan,
serta penetapan garis-garis pedoman untuk generasi mendatang. Transmisi
nilai-nilai sosial ini diperlukan untuk memperkaya aspek psikoseksual dan aspek
psikososial kepribadian. Apabila generativitas lemah atau tidak diungkapkan,
maka kepribadian akan mundur, mengalami pemiskinan, dan stagnasi.
5. Perkembangan
integritas.
Integritas merupakan tahap perkembangan psikososial
Erikson yang terakhir. Integritas paling tepat dilukiskan sebagai suatu keadaan
yang dicapai seseorang setelah memelihara benda-benda, orang-orang,
produk-produk, dan ide-ide, kemudian menyesuaikan diri dengan berbagai
keberhasilan dan kegagalan dalam kehidupannya. Tahap ini dimulai kira-kira pada
usia 65 tahun.
Masa
dewasa adalah masa yang sangat panjang (20 – 40 tahun), dimana sumber potensi
dan kemampuan bertumpu pada usia ini. Masa ini adalah peralihan dari masa
remaja yang masih dalam ketergantungan menuju masa dewasa, yang menuntut
kemandirian dan diujung fase ini adalah fase dewasa akhir, dimana kemampuan
sedikit demi sedikit akan berkurang. Sehingga masa dewasa awal adalah masa yang
paling penting dalam hidup seseorang dalam masa penitian karir/pekerjaan/sumber
penghasilan yang tetap.
Masa ini juga adalah
masa dimana kematangan emosi memegang peranan penting. Seseorang yang ada pada
masa ini, harus bisa menempatkan dirinya pada situasi yang berbeda; problem
rumah tangga, masalah pekerjaan, pengasuhan anak, hidup berkeluarga, menjadi
warga masyarakat, pemimpin, suami/istri membutuhkan kestabilan emosi yang baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar